Tak Berkategori

Cara Efisien Analisa Fundamental

Cara Efisien Analisa Fundamental 1280 720 admin


Halo semua, ketemu lagi sama aku Luna… …selamat datang di channel Ngomongin Uang. Pada video kali ini, aku mau bahas tentang cara milih saham berdasarkan kinerjanya. Video kali ini nih bakalan cocok banget buat kamu yang baru aja terjun di dunia saham. Juga buat kamu yang masih bingung nih dan belum ngerti gimana sih caranya milih saham yang bagus? Oke, langsung kita mulai ya. Secara umum, ada dua jenis pendekatan data nih yang bisa kita pakai buat nentuin perusahaan tertentu tuh kinerjanya bagus atau nggak. Yang pertama adalah HISTORICAL DATA dan yang kedua adalah FORECAST DATA. Singkatnya, HISTORICAL DATA itu adalah data yang didapetin dari kondisi yang udah kejadian di masa lalu. Misalnya nih, laporan keuangan perusahaan, pencapaian perusahaan, kemampuan bayar utang perusahaan, gimana kualitas manajemennya, dll. Nah, dengan ngeliat historical data nih, kita bisa ngelirik perusahaan yang udah sekian tahun lamanya konsisten berada di kondisi yang bagus. Dan kita berharap, …kalau ke depannya perusahaan tersebut tuh bakal mencapai pencapaian yang sama…

…atau bahkan lebih baik lagi. Sementara, FORECAST DATA itu adalah data yang bisa dibilang sebagai prediksi … … terhadap kondisi perusahaan di masa yang akan datang berdasarkan informasi yang ada saat ini. Contohnya, … … terkait dengan kebijakan moneter untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga acuan. Kenaikan atau penurunan suku bunga itu kan bakal mempengaruhi beberapa industri yang terkait … … khususnya untuk industri yang banyak ngelibatin bunga kredit. Nah, dari situ, kita bisa memprediksi, industri bisnis dan perusahaan apa aja sih yang kena dampaknya? … dan seberapa besar dampaknya terhadap kondisi perusahaan tersebut di masa depan? Singkatnya, kalo kita ngeliat HISTORICAL DATA …

… kita tuh nyari perusahaan yang secara historis tuh terbukti memiliki kinerja yang baik. Tapi, ketika kita ngeliat FORECAST DATA … … adakalanya kinerja perusahaan tertentu itu biasa aja atau kurang baik di masa lalu … … tapi punya prospek yang baik di masa yang akan datang. Sebelum kita bahas lebih jauh tentang cara milih saham perusahaan yang kinerjanya baik … … aku mau kasih tau dulu nih … … bahwa ada banyak banget data dan cara yang bisa kita pakai … … buat nyari tau suatu perusahaan itu berkinerja baik atau nggak, Mulai dari ngulik laporan keuangan, berita, hasil riset sekuritas, company visit, dll. Di video kali ini, aku akan coba jelasin cara milih saham perusahaan yang kinerjanya baik dengan cara yang paling sederhana dulu. Supaya kamu yang baru aja terjun ke dunia saham bisa ngerti terkait hal ini. Buat para pemula … … mungkin kamu bingung untuk milih mana sih saham perusahaan yang kinerjanya baik? Karena mungkin kamu punya banyak keterbatasan … Misalnya, belum ngerti cara baca laporan keuangan … … nggak punya akses atau kesempatan buat company visit, dll. Inget, start small dulu aja … … mulai dari hal-hal yang bisa kamu jangkau dan bisa kamu pelajarin. Nah, buat para pemula …

… kamu bisa mulai belajar dari data yang tersedia di platform-platform sekuritas … … maupun di platform-platform saham kayak RTI Business dan Stockbit. Untuk tau saham tertentu itu bagus atau nggak … … ada 3 (tiga) indikator yang bisa kita pakai … … yaitu Net Profit Margin, … … Return on Equity, … … dan Debt to Equity Ratio. Duh, apaan sih itu? Kita coba bahas satu per satu ya. Oh iya … … ketiga indikator ini itu bisa dibilang sebagai pendekatan dengan menggunakan historical data.

Oke, langsung kita bahas aja ya. Indikator yang pertama adalah Net Profit Margin … … atau biasa disingkat sebagai (NPM). Sebelum kita bahas tentang Net Profit Margin, … … aku mau jelasin sepitas dulu tentang pendapatan perusahaan. Singkatnya, … … pendapatan perusahaan itu adalah sejumlah uang yang didapetin oleh perusahaan … … setelah ngelakuin kegiatan usahanya. Apa semakin besar pendapatan perusahaan itu artinya perusahaannya semakin bagus? Jawabannya BELUM TENTU. Karena, meskipun pendapatan perusahaan itu besar, … … belum tentu juga perusahaan tersebut bisa dapetin keuntungan yang besar juga. Atau bahkan, bisa juga pendapatannya besar tapi malah rugi … … karena pengeluarannya lebih besar. Makanya, untuk ngeliat suatu perusahaan itu bagus atau nggak, … … kita perlu ngebandingin pendapatan perusahaan tersebut misalnya dengan laba bersih … … atau bisa juga dengan ekuitas perusahaan. Sekarang kita balik lagi ke Net Profit Margin atau NPM Singkatnya, … NPM adalah indikator …

… yang ngebandingin pendapatan perusahaan … … dengan kemampuan perusahaan tersebut dalam mendapatkan keuntungan. NPM ini sendiri bisa didapet dengan menghitung laba bersih atau net profit perusahaan … dibagi pendapatan perusahaan lalu dikali 100%. Misalnya, … … perusahaan A itu pendapatannya 100 miliar … … dan laba bersihnya itu katakanlah 10 miliar. Berarti, NPM-nya itu 10%. Nah, dari perhitungan tersebut, … … kita bisa tau bahwa perusahaan A itu dapetin keuntungan sebesar 10% … … dari setiap uang yang dihasilin. Emang sih ya, keliatan simpel banget ngeliat angka NPM perusahaan. Tapi jangan salah … Kalo diliat lebih jauh lagi, … NPM ini sendiri bisa ngasih kita gambaran tentang seefisien apa sih perusahaan? Gimana keputusan-keputusan bisnis yang diambil perusahaan bisa mendatangkan uang? Apakah perusahaan tersebut mampu mengendalikan pengeluarannya dengan baik? Bisa dibilang, semakin besar angka NPM itu maka semakin efisien perusahaan dalam mendatangkan uang dan menekan pengeluaran. Oh iya, angka NPM ini sendiri bisa dengan mudah kamu lihat di berbagai platform sekuritas ataupun platform saham kayak RTI Business dan Stockbit.

Misalnya nih, saat ini NPM BCA itu 33,4 persen NPM Astra International itu 8,98 persen NPM Unilever itu 17,22%, dll. Oke, sekarang kita lanjut ke indikator yang kedua yaitu Return on Equity … … atau biasa disingkat ROE. Apa sih ROE itu? Singkatnya nih, ROE itu adalah indikator yang ngebandingin laba bersih perusahaan … dengan nilai kekayaan bersih perusahaan tersebut. Oh iya, nilai kekayaan bersih atau biasa disebut juga dengan ekuitas itu bisa didapet … dengan ngitung total aset sebuah perusahaan dikurangi dengan total kewajiban atau liabilitas perusahaan tersebut.

Sekarang kita balik lagi ke ROE, ROE ini bisa didapet dengan cara menghitung laba bersih perusahaan dibagi dengan ekuitas perusahaan terus dikali 100 persen. Misalnya nih, perusahaan A yang tadi kan labanya 10 miliar Terus katakanlah, ekuitas perusahaan tersebut 100 miliar. Jadi, ROE perusahaan itu 10 persen. Artinya, perusahaan tersebut itu bisa dapetin keuntungan sebesar 10 persen kalo dibandingin sama ekuitas atau modal bersih atau nilai kekayaan bersih perusahaan tersebut. Nah, kalo ROE sebuah perusahaan itu 10 persen, bisa dibilang nih perusahaan tersebut tuh bisa mengolah, setiap Rupiah dari modal bersihnya jadi 1,1 Rupiah Nah dengan demikian, kita juga bisa nilai nih, sejauh mana perusahaan dapat mengelola resources-nya dengan optimal. Semakin besar ROE sebuah perusahaan …

Bisa dibilang semakin efektif pengelolaan resources dari perusahaan tersebut. Sekarang kita akan bahas, berapa sih angka ROE yang bagus? Menurutku pribadi nih, nggak ada batasan yang universal yang bisa jadi patokan. Tapi, salah satu cara untuk ngeliat kinerja perusahaan bagus atau nggak itu bisa dengan membandingkan ROE sebuah perusahaan dengan perusahaan-perusahaan lain pada industri yang sama. Selain itu nih, ada juga cara lain yang bisa dipake buat nentuin ROE sebuah perusahaan bagus atau nggak. Yaitu dengan ngebandingin ROE perusahaan tersebut dengan imbal hasil investasi pada instrumen yang lain.

Misalnya nih, dibandingin dengan suku bunga acuan ataupun imbal hasil obligasi 10 tahun di Indonesia. Contohnya nih ya, di awal tahun 2020 ini tuh, suku bunga acuan ada di angka 5 persen. Kalo ROE sebuah perusahaan itu di bawah 5 persen, ya mikir gampangnya nih ya daripada kita investasi saham di perusahaan tersebut, ya mending sekalian aja kita simpen uang kita di deposito, karena memang secara return lebih baik. Begitu pula dengan imbal hasil obligasi. Kalo ROE sebuah perusahaan itu lebih rendah daripada imbal hasil obligasi, ya mending sekalian aja kita investasiin uang kita di obligasi. Tapi balik lagi ya, kamu bebas nentuin untuk ngebandingin ROE ini dengan suku bunga acuan, imbal hasil obligasi, atau yang lainnya. Kamu juga berhak untuk nentuin mau berinvestasi di mana.

Yang pasti, pilihlah instrumen investasi yang terbaik yang sesuai dengan risk profile kamu. Sekarang kita lanjut ke indikator yang terakhir yaitu Debt to Equity Ratio … atau biasa disingkat DER. Singkatnya, DER itu adalah sebuah indikator yang ngebandingin nilai utang perusahaan dengan nilai kekayaan bersih perusahaan tersebut. Di penjelasan poin sebelumnya, aku udah jelasin sedikit tentang nilai kekayaan bersih perusahaan. Kalo kamu belum ngerti, …

Coba puter lagi videonya ya. Sekarang kita balik lagi ke DER. Definisi dari DER sendiri adalah jumlah utang perusahaan dibagi dengan nilai kekayaan bersih atau ekuitas perusahaan tersebut … lalu dikali 100 persen. Misalnya nih, perusahaan A yang tadi itu punya utang katakanlah 150 miliar, … sementara ekuitas perusahaan tersebut 100 miliar. Jadi, DER-nya tuh 150 persen. Artinya nih, nilai utang perusahaan tersebut 150 persen kalo dibandingin sama ekuitas … atau nilai kekayaan bersih perusahaan tersebut. Jadi, dengan ngeliat DER sebuah perusahaan kita bisa nilai bahwa semakin besar DER suatu perusahaan maka semakin besar juga rasio utang perusahaan tersebut kalo dibandingin dengan ekuitas atau modal bersih perusahaan tersebut. Sekarang mungkin kamu penasaran, berapa sih DER yang wajar? Menurutku nih, angka DER ini sendiri kurang tepat untuk digeneralisir seperti itu. Soalnya, setiap sektor di industri bisnis itu bisa dibilang punya kebutuhan utang yang beda-beda. Menurutku, cara terbaik untuk menilai DER ini sendiri adalah dengan membandingkan DER sebuah perusahaan…

Dengan DER perusahaan lain di industri yang sama. Misalnya nih, kamu mau bandingin rasio utang dari PT Pakuwon Jati yang merupakan perusahaan properti. Nah, kamu bisa nih, bandingin rasio utangnya dengan perusahaan properti yang lain misalnya PT Alam Sutera Realty, atau PT Ciputra Development PT Summarecon Agung, dan lain-lain. Di sisi lain nih, aku juga mau negasin bahwa rasio utang yang besar itu belum tentu buruk ya. Hal itu bisa menjadi baik atau wajar kalo pengelolaan utangnya baik, digunakan untuk hal produktif, dan perusahaan tersebut punya kemampuan bayar utang yang baik juga. Oke, aku mau coba recap ulang dikit tentang materi yang kita bahas kali ini. Pertama itu tadi NPM yang mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk bisa mendatangkan uang sekaligus menekan pengeluarannya. Yang kedua adalah ROE yang mengindikasikan seberapa efektif perusahaan dalam mengelola resources-nya. Yang ketiga adalah DER, yang mengindikasikan sejauh mana rasio utang perusahaan dibandingkan dengan ekuitas atau modal bersih perusahaan tersebut. Oke deh, segitu aja yang mau aku bahas kali ini. Semoga video ini bisa bermanfaat untuk kalian ya. Sebelum aku tutup video ini, aku mau ngingetin nih bahwa NPM, ROE, dan DER itu cuma 3 (tiga) dari sekian banyak data yang bisa kita pakai buat menilai kinerja sebuah perusahaan bagus atau nggak.

Masih banyak banget indikator lain yang bisa kamu pake buat nentuin saham dari satu perusahaan layak dibeli atau nggak. Jadi, keep learning ya dan terus pantengin channel Ngomongin Uang. Oh iya, kalo ada hal yang mau ditanyain atau didiskusiin, silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa juga buat like, subscribe, dan nyalain lonceng notification ….. supaya kamu nggak ketinggalan video-video terbaik seputar dunia keuangan dari kami. Sampai ketemu lagi di video selanjutnya. Tetep di channel Ngomongin Uang, karena Ngomongin Uang ….. nggak ada abisnya!.

Tulisan ini sama seperti yang ada di YouTube!